Tampilan website Polda Papua

 Biasa saja
 Bagus
 Cukup bagus

 
YOBI WENDA

WENDA alias JOPI WENDA
Kristen Protestan, Komplek Wamena dekat SMA YPK Kab. Jayapura anjungan Expo
Ciri-Ciri :
Suku Lanny
Lainnya

Form Pengaduan Online


ibu yanti | Sabtu, 02 Juni 2007 06:42 WIB
assalamualaikum wr,wb MBAH… saya IBU RAHMAN mengucapkan banyak2 terima kasih kepada AKI SUBANG atas nomor togelnya yang kemarin AKI berikan yaitu (9278).senin tgl 23 02 2015 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI dan berkat bantuan AKI SUBANG saya bisa melunasi semua hutan2 orang tua saya yang ada di BANK BRI dan bukan hanya itu AKI alhamdulillah sekarang saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2. itu semua berkat bantuan AKI SUBANG sekali lagi makasih banyak yah AKI… yang ingin merubah nasib seperti sa..ya hubungi AKI SUBANG di nomor 085319486041. dijamin 100% tembus atau silahkan buktikan sendiri
Balasan :

ibu yanti | Sabtu, 02 Juni 2007 06:41 WIB
assalamualaikum wr,wb MBAH… saya IBU RAHMAN mengucapkan banyak2 terima kasih kepada AKI SUBANG atas nomor togelnya yang kemarin AKI berikan yaitu (9278).senin tgl 23 02 2015 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI dan berkat bantuan AKI SUBANG saya bisa melunasi semua hutan2 orang tua saya yang ada di BANK BRI dan bukan hanya itu AKI alhamdulillah sekarang saya sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya sehari2. itu semua berkat bantuan AKI SUBANG sekali lagi makasih banyak yah AKI… yang ingin merubah nasib seperti saya hubungi AKI SUBANG di nomor 085319486041. dijamin 100% tembus atau silahkan buktikan sendiri
Balasan :

donny pombay | Sabtu, 02 Juni 2007 05:56 WIB
Agats, 16 Januari 2013 Kepada Yth, Kapolda Papua Di – Jayapura Syallom, Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat, bimbingan dan perlindungannya kepada kita semua hingga saat ini dengan perolehan situasi yang kondusif, jauh dari hal – hal mengganggu keamanan dan ketertiban diwilayah kami Kabupaten Asmat. Bapak Kapolda yang kami hormati, Menjadi dambaan setiap warga negara Republik Indonesia, mulai dari sabang hingga merauke tak terkecuali pula masyarakat Kabupaten Asmat akan terciptanya situasi aman kondusif, terutama menjelang pesta Demokrasi ( Legislatif ) pada tanggal 9 April 2014. Tentu saja diharapkan agar semua komponen masyarakat yang ada, berperan aktif dalam menghadapi pesta demokrasi dimaksud dengan dimotori pihak keamanan TNI / Polri dimasing – masing wilayah. Suatu hal yang sangat disesali oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Asmat akan adanya suatu tindakan yang mencoreng wajah Kepolisian secara umum, khususnya Polres Asmat yang mana telah melakukan kebohongan Publik dan tidak serius dalam menangani kasus perjudian ( Togel ) atau yang sering disebut masyarakat kupon putih. Lebih jelasnya kami akan ceritakan secara singkat kepada bapak Kapolda Papua agar dapat menilai kinerja anggota Bapak di kewilayahan, mulai dari Kapolres, Waka Polres maupun Kasat Reserse yang merupakan sentra perhatian dan pelayanan masyarakat dalam hal penyelesaian perkara / kasus ( penegakan hukum ). “Bahwa pada hari Rabu tanggal 11 September 2013, personil Sat Reskim Polres Asmat dibawah pimpinan Brigpol Junaidi melkukan penggerebekan terhadap beberapa titik penjualan Togel bersama berbagai barang bukti diantaranya Kupon Rekap, HP, Uang hasil penjualan Togel. Para pelaku yang ditangkap waktu itu sebanyak 5 ( lima ) orang diantaranya : 1. Benyamin Sampelengan Kadang / Toraja, Swasta, alamat Jalan Yos Sudarso Agats. 2. Hironimus M. Fofid / Key, pekerjaan tidak ada, alamat Jalan Floor Rumlus Agats. 3. Eko Raska / Jawa, Swasta, Alamat YKPA I Agats. 4. Muhamad Idrus / Makassar, Pekerjaan Swasta, Alamat Jalan Mimika Agats. 5. Hasran / Buton, Pekerjaan Swasta, Alamat Jalan Yos Sudarso Agats. Setelah kelima anggota masyarakat tersebut ditangkap sekitar pukul 16.30 Wit, dibawa bersama barang bukti ke ruang Resere Polres Asmat dan langsung diadakan pemeriksaan. kamis tanggal 12 September 2013 pukul 15.00 Wit, kelima pelaku tersebut dimasukkan kedalam tahanan ( sel Polres ), sampai tanggal 28 September 2013. Kelima tersangka tersebut dikirim kemerauke dan di kawal oleh 2 ( dua ) anggota, Briptu Melki Rumfaker dan Briptu Obet Pattipeme untuk sidang di Merauke. Setelah tiba, kelima tersangka di jemput oleh Briptu Reynaldhi, dan dibawa ke jalan Radio di disalah satu rumah Kost ( rumah sewa ) dan menempati sebuah kamar berukuran 3X4 Meter serta dilarangan untuk keluar rumah. Tanggal 02 Oktober 2013 pak reynaldhi ( anggota reserse ) membawa dan menyerahkan surat perintah perpanjangan penahanan 40 hari serta menyarankan agar atur damai dengan mengumpulkan uang. Kelima pelaku mengumpulkan uang sebanyak Rp. 120.000.000,00 ( seratus dua puluh juta rupiah ) selanjutnya menyerahkan kepada pak reynaldhi dan Selama kurang lebih 2 minggu kelima tersangka menjalani penahanan ditempat kost ( rumah sewa ). Selanjutnya Briptu Reynaldhi mengirim SMS kepada tersangka Benyamin Sampelengan Kadang bahwa masa penahanan sudah berakhir jadi diperbolehkan keluar dari rumah kost tersebut untuk tinggal diluar sampai ada hubungan untuk kembali ke Agats tapi dengan catatan antara bulan satu atau bulan dua supaya lebih aman. Bapak Kapolda yang kami hormati. Kini timbul pertanyaan dari masyarakat, apakah anggota yang hanya berpangkat Briptu seperti Reynaldhi berani melakukan tindakan senekat itu tanpa perintah dari atasannya entah itu Kapolres ataupun Kasat Reserse ?. Seribu persen pimpinan menyangkal akan keterlibatannya maka dua ribu persen kami tetap mencurigai bahwa hal itu terjadi atas suatu sisitim yang telah ditargetkan ( Kapolres dan Kasat Serse ). Masa pemilihan Umum Legislatif tinggal 2 ( dua ) bulan efektif, masih pantaskah petugas – petugas tersebut diantaranya : 1. Kapolres Asmat AKBP Karimudin Ritongan, SIK, MH. 2. Kasat Reskrim Iptu Tabah, S.Sos. 3. Brigpol Junaidi 4. Briptu Reynaldhi, maupun staf Reserse lainnya yang terlibat dalam mulai dari proses penangkapan, pengawalan hingga penahanan dirumah kos dijalan radio merauke masih pantas untuk dipertahankan sebagai anggota Kepolisian Resor Asmat. Dimana wajah Kepolisian RI, khususnya Polres Asmat disembunyikan ?. Tahun / bulan – bulan politik seperti saat ini identik dengan uang, kami khawatir jangan – jangan Polres Asmat akan lebih mengutamakan Parpol – parpol atau Caleg – caleg yang berduit sehingga mengabaikan mereka yang tidak berduit, sehingga jelas akan terjadi pengamanan yang bernuansa Money Politic ( Politik Uang ). Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan kepada Bapak Kapolda sebagai atasan anggota – anggota nakal tersebut dengan harapan, Polisi saat ini menjadi lebih baik dari hari kemarin dan Polisi besok harus lebih baik dari Polisi hari ini. Masih banyak petugas kepolisian yang jauh lebih baik, berilah mereka kepada kami masyarakat Asmat, kami merindukan kehadiran Polisi yang baik, jujur, humanis serta edukasi, terimakasih, Tuhan Memberkati Syallom. Hormat Kami, An. Masyarakat Asmat Ttd. DONNY POMBAY Tembusan disampaikan kepada Yth: 1. Waka Polda Papua 2. Direskrim Umum 3. Dit Intelkam 4. Kabid Propam
Balasan :

donny pombay | Sabtu, 02 Juni 2007 05:30 WIB
Agats, 16 Januari 2013 Kepada Yth, Kapolda Papua Di – Jayapura Syallom, Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat, bimbingan dan perlindungannya kepada kita semua hingga saat ini dengan perolehan situasi yang kondusif, jauh dari hal – hal mengganggu keamanan dan ketertiban diwilayah kami Kabupaten Asmat. Bapak Kapolda yang kami hormati, Menjadi dambaan setiap warga negara Republik Indonesia, mulai dari sabang hingga merauke tak terkecuali pula masyarakat Kabupaten Asmat akan terciptanya situasi aman kondusif, terutama menjelang pesta Demokrasi ( Legislatif ) pada tanggal 9 April 2014. Tentu saja diharapkan agar semua komponen masyarakat yang ada, berperan aktif dalam menghadapi pesta demokrasi dimaksud dengan dimotori pihak keamanan TNI / Polri dimasing – masing wilayah. Suatu hal yang sangat disesali oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Asmat akan adanya suatu tindakan yang mencoreng wajah Kepolisian secara umum, khususnya Polres Asmat yang mana telah melakukan kebohongan Publik dan tidak serius dalam menangani kasus perjudian ( Togel ) atau yang sering disebut masyarakat kupon putih. Lebih jelasnya kami akan ceritakan secara singkat kepada bapak Kapolda Papua agar dapat menilai kinerja anggota Bapak di kewilayahan, mulai dari Kapolres, Waka Polres maupun Kasat Reserse yang merupakan sentra perhatian dan pelayanan masyarakat dalam hal penyelesaian perkara / kasus ( penegakan hukum ). “Bahwa pada hari Rabu tanggal 11 September 2013, personil Sat Reskim Polres Asmat dibawah pimpinan Brigpol Junaidi melkukan penggerebekan terhadap beberapa titik penjualan Togel bersama berbagai barang bukti diantaranya Kupon Rekap, HP, Uang hasil penjualan Togel. Para pelaku yang ditangkap waktu itu sebanyak 5 ( lima ) orang diantaranya : 1. Benyamin Sampelengan Kadang / Toraja, Swasta, alamat Jalan Yos Sudarso Agats. 2. Hironimus M. Fofid / Key, pekerjaan tidak ada, alamat Jalan Floor Rumlus Agats. 3. Eko Raska / Jawa, Swasta, Alamat YKPA I Agats. 4. Muhamad Idrus / Makassar, Pekerjaan Swasta, Alamat Jalan Mimika Agats. 5. Hasran / Buton, Pekerjaan Swasta, Alamat Jalan Yos Sudarso Agats. Setelah kelima anggota masyarakat tersebut ditangkap sekitar pukul 16.30 Wit, dibawa bersama barang bukti ke ruang Resere Polres Asmat dan langsung diadakan pemeriksaan. kamis tanggal 12 September 2013 pukul 15.00 Wit, kelima pelaku tersebut dimasukkan kedalam tahanan ( sel Polres ), sampai tanggal 28 September 2013. Kelima tersangka tersebut dikirim kemerauke dan di kawal oleh 2 ( dua ) anggota, Briptu Melki Rumfaker dan Briptu Obet Pattipeme untuk sidang di Merauke. Setelah tiba, kelima tersangka di jemput oleh Briptu Reynaldhi, dan dibawa ke jalan Radio di disalah satu rumah Kost ( rumah sewa ) dan menempati sebuah kamar berukuran 3X4 Meter serta dilarangan untuk keluar rumah. Tanggal 02 Oktober 2013 pak reynaldhi ( anggota reserse ) membawa dan menyerahkan surat perintah perpanjangan penahanan 40 hari serta menyarankan agar atur damai dengan mengumpulkan uang. Kelima pelaku mengumpulkan uang sebanyak Rp. 120.000.000,00 ( seratus dua puluh juta rupiah ) selanjutnya menyerahkan kepada pak reynaldhi dan Selama kurang lebih 2 minggu kelima tersangka menjalani penahanan ditempat kost ( rumah sewa ). Selanjutnya Briptu Reynaldhi mengirim SMS kepada tersangka Benyamin Sampelengan Kadang bahwa masa penahanan sudah berakhir jadi diperbolehkan keluar dari rumah kost tersebut untuk tinggal diluar sampai ada hubungan untuk kembali ke Agats tapi dengan catatan antara bulan satu atau bulan dua supaya lebih aman. Bapak Kapolda yang kami hormati. Kini timbul pertanyaan dari masyarakat, apakah anggota yang hanya berpangkat Briptu seperti Reynaldhi berani melakukan tindakan senekat itu tanpa perintah dari atasannya entah itu Kapolres ataupun Kasat Reserse ?. Seribu persen pimpinan menyangkal akan keterlibatannya maka dua ribu persen kami tetap mencurigai bahwa hal itu terjadi atas suatu sisitim yang telah ditargetkan ( Kapolres dan Kasat Serse ). Masa pemilihan Umum Legislatif tinggal 2 ( dua ) bulan efektif, masih pantaskah petugas – petugas tersebut diantaranya : 1. Kapolres Asmat AKBP Karimudin Ritongan, SIK, MH. 2. Kasat Reskrim Iptu Tabah, S.Sos. 3. Brigpol Junaidi 4. Briptu Reynaldhi, maupun staf Reserse lainnya yang terlibat dalam mulai dari proses penangkapan, pengawalan hingga penahanan dirumah kos dijalan radio merauke masih pantas untuk dipertahankan sebagai anggota Kepolisian Resor Asmat. Dimana wajah Kepolisian RI, khususnya Polres Asmat disembunyikan ?. Tahun / bulan – bulan politik seperti saat ini identik dengan uang, kami khawatir jangan – jangan Polres Asmat akan lebih mengutamakan Parpol – parpol atau Caleg – caleg yang berduit sehingga mengabaikan mereka yang tidak berduit, sehingga jelas akan terjadi pengamanan yang bernuansa Money Politic ( Politik Uang ). Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan kepada Bapak Kapolda sebagai atasan anggota – anggota nakal tersebut dengan harapan, Polisi saat ini menjadi lebih baik dari hari kemarin dan Polisi besok harus lebih baik dari Polisi hari ini. Masih banyak petugas kepolisian yang jauh lebih baik, berilah mereka kepada kami masyarakat Asmat, kami merindukan kehadiran Polisi yang baik, jujur, humanis serta edukasi, terimakasih, Tuhan Memberkati Syallom. Hormat Kami, An. Masyarakat Asmat Ttd. DONNY POMBAY Tembusan disampaikan kepada Yth: 1. Waka Polda Papua 2. Direskrim Umum 3. Dit Intelkam 4. Kabid Propam
Balasan :

haikal | Jum'at, 01 Juni 2007 22:03 WIB
yang terhormat bpk kapolda papua.tolong tertibkan kios yang berdiri di kompleks asrama polres jayawijaya,yg sarat melanggar hukum karena asrama dan tanah merupakan milik negara yang sudah dijadikan ajang bisnis oleh anggota polri yg tinggal diasrama utk kepentingan pribadi,anehnya lagi polisi sebagai penegak hukum malah dia jadi melanggar hukum.bpk kapolda yg terhormat...ini sdh sangat menyalahi aturan dan sdh tidak bisa dibedakan mana asrama karena sdh tertutupi dengan bangunan kios
Balasan :


Nama

Alamat Email

No Telphone

Judul Pengaduan

Isi Pengaduan

Antispam
 
Get the Flash Player to see this player.
Pembukaan Pelatihan SMS 1120

Lainnya
Users online class errors:
  • Unable to delete visitors